2 Jenis Transportasi Yang Bisa Anda Gunakan Untuk Ke Raja Ampat

Papua merupakan propinsi ujung timur Indonesia yang banyak menyimpan sumber daya alam dan juga keindahan panoramanya. Jika kita membicarakan sumber daya alam, tentu kita akan menyebut emas, minyak bumi, dan bahan mineral lainnya. Namun jika kita membicarakan keindahan alamnya, sudah pasti nama pertama yang melintas dipikiran kita adalah Raja Ampat. Daerah Raja Ampat sudah mempunyai nama yang terkenal ke seluruh dunia karena Raja Ampat ini banyak sekali menyimpan keindahan alam, seperti kejernihan lautnya, keberagaman biota bawah laut, hingga pulau-pulau kecil yang tersebar di sekitar laut Raja Ampat.

Banyak orang yang ingin berkunjung ke Raja Ampat, dari mulai turis internasional hingga lokal. Namun tidak jarang kita sering mendengar isu bahwa untuk ke Raja Ampat saja, dari kota Jakarta biayanya lebih mahal daripada bepergian ke Eropa. Kendala utamanya tentu sudah pasti transportasi. Isu ini tidak sepenuhnya benar, kita tetap bisa ke Raja Ampat tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal dengan pilihan moda trasnportasi yang tepat.

Untuk ke Raja Ampat, Anda bisa menempuhnya dengan 2 alat transportasi. Pertama dengan pesawat, dan kedua dengan kapal laut. Jika ingin naik pesawat, Anda sudah harus jauh-jauh hari memesan jika ingin mendapatkan harga tiket yang terjangkau atau Anda bisa mencari tiket diskon dari promo-promo tertentu, seperti promo booking.com dan kode voucher booking.com yang bisa Anda dapatkan. Mengapa? Karena jika dari Jakarta, Anda tidak langsung akan mendarat di Raja Ampat, melainkan mendarat di Sorong. Dari Sorong Anda harus menempuh perjalanan lagi ke Waisai dengan menggunakan taksi air, alias speedboat. Read More

Hujan-hujanan, Sunnah yang Sudah dilupakan


hujan

Dalam Al-Quran, Allah menyebut hujan sebagai sesuatu yang diberkahi (memberi banyak manfaat). Allah juga menyebut hujan sebagai rahmat.

Kami turunkan dari langit air yang berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam. (QS. Qaf: 9)

Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji (QS. As-Syura: 28)

Karena itulah Rasulullah dan para sahabat pada masa silam, sangat gembira dengan turunnya hujan. Mereka membiarkan tubuhnya diguyur air hujan untuk bertabarruk (mengambil berkah) dari air hujan.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan,
“Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah. Lalu Rasulullah menyingkap pakaiannya hingga terkena hujan. Kami pun bertanya kepada beliau : ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau lakukan itu?’. Beliau menjawab : Karena hujan baru saja diturunkan oleh Rabb-nya”.(HR. Ahmad dan Muslim)

Di kesempatan lain, sebagaimana dituturkan Anas bin Malik dalam hadist Bukhari, ketika Rasulullah sedang berkhutbah istisqa di atas mimbar, turun hujan dengan derasnya. Rasulullah membiarkan dirinya kehujanan, hingga air hujan menetes melalui jenggotnya. Padahal saat itu Rasulullah bisa saja berteduh.

Bila Rasulullah menyengajakan dirinya diguyur air hujan. Kenapa tidak dengan kita?

Yuk. Hujan-hujanan 🙂 ???? Read More

Peran Perkembangan Internet Untuk Pertumbuhan Ekonomi

internet-smartphone

Berdasarkan statistik dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pemakai internet di Indonesia tahun 2013 mencapai 72 juta. Artinya, terdapat peningkatan 13 persen dari 63 juta pengguna di tahun 2012. Seperti negara-negara berkembang lainnya, penggunaan internet di Indonesia meningkat seiring dengan jangkauan broadband dan jaringan yang lebih baik.

Read More