Chodirin
Dec
25

Haramnya Ucapan Selamat Natal Bagi Umat Islam

lazada.co.id

Perdebatan mengenai ucapan selamat natal selalu mengemuka ketika hari natal tiba. Ada yang pro, tidak sedikit juga yang kontra. Saya tidak akan membahas kontent-kontent baik dari pihak-pihak yang pro maupun yang kontra terhadap fatwa haramnya ucapan selamat natal.

Makna Toleransi

Katanya kalo nggak mengucapkan selamat natal, berarti kita gak toleran(?!). Ini merupakan kesalahan besar dalam memahami makna toleransi. Toleransi adalah batas-batas penyimpangan yang masih diperbolehkan, masih dimaklumi dan dibiarkan. Toleransi dalam kehidupan sosial bermasyarakat dilakukan oleh mayoritas terhadap minoritas. Artinya, bila ada minoritas yang melakukan hal-hal yang berbeda dari kebiasaan mayoritas dan hal tersebut dibiarkan, berarti kelompok mayoritas telah melakukan toleransi terhadap kebiasaan tersebut.

Jadi, bila kita, umat Islam yang mayoritas, membiarkan umat lain beribadah menurut agamanya, itu adalah bentuk toleransi. Bagaimana dengan mengucapkan “Selamat Natal”? Tentu hal tersebut bukan toleransi.

Dasar Hukum Islam

Kita sama-sama tahu bawah dasar hukum Islam ada 4:

1. Alquran
2. Hadits
3. Ijma’
4. Qiyas

Point 3 merupakan point yang akan saya garis bawahi karena berhubungan dengan tema yang sedang kita bicarakan.

Ijma merupakan kesepakatan ulama atau pendapat mayoritas ulama.  Apabila ada perbedaan pendapat dikalangan ulama, maka yang wajib kita ikuti dan diambil adalah pendapat mayoritas ulama (ternyata disini berlaku sistem demokrasi). Bukan pendapat 1-2 ulama saja yang diambil.

Mayoritas ulama telah sepakat dengan haramnya ucapan selamat natal. Pasti, dan sudah menjadi sunnatullah, akan ada segelintir ulama yang berpendapat berbeda dengan memperbolehkan ucapan selamat natal. Lantas, siapa yang seharusnya diikuti umat Islam? Mengacu pada ketentuan dasar hukum Islam di atas, maka Ijma’ para ulama-lah yang seharusnya kita ikuti.

Ketakutan Tidak Berdasar.

Yang paling ditakutkan oleh anak-anak muda dan orang-orang zaman sekarang adalah, takut dianggap tidak toleran atau dianggap tidak menghargai bila tidak mengucapkan selamat natal. Penyebabnya karena umat Kristen  mengucapkan selamat hari raya, kenapa kita tidak membalasnya? Perasaan hati ini sangat tidak enak.  Terjadi pertarungan antara id dan super ego  untuk memenangkan apa yang seharusnya dilakukan. Id selalu mencari  kesenangan, sementara superego menggunakan nilai2 agama. Bersyukurlah umat Islam yang memenangkan super egonya, karena tidak enak di mata Allah tentu lebih mulia dibandingkan tidak enak di mata manusia.

Saya sejak kecil hingga kuliah berteman dengan teman dari berbagai macam agama, terutama ketika kuliah, tidak sedikit teman-teman saya yang bergama Kristen. Apakah mereka mempermasalahkan ketika saya tidak mengucapkan selamat natal? Tidak sama sekali. Kadang memang muncul perasaan tidak enak, tapi akan menjadi perasaan lega ketika hal tersebut mampu kita lewati. Berbeda bila kita melanggar perintah Allah, maka perasaan tidak enak akan terbawa selamanya.

Umat Kristen sendiri tidak masalah bila umat Islam tidak mengucapkan selamat natal. Tidak percaya? Silahkan tanya pada mereka.  Kisah ustadz Felix Siaw merupakan contoh real. Kenapa kita, umat Islam,  malah ribut dengan berbagai argumen dan alasan untuk mencari pembenaran? Malah sewot ketika diingatkan (?)

“Nih, gue ucapin ‘selamat natal’, lo mau apa?”

Astaghfirullah. Hanya pada Allah kami mohon ampun, dan hanya pada Allah kami mohon pertolongan.

Posted in Catatan Pribadi | 10 Comments »

10 Responses


  1. renovasi rumah

    saya setuju dengan pemahaman di atas..teman2 saya yg non muslim jg banyak, ga masalah bagi mereka ko kalau ga diucapin…sama seperti kita yg ga ketika lebaran ga diucapin mereka….ga penting kaleeee….masing2 aja, yg penting sosialisasi tetap berjalan baik..beres

  2. setuju, ngapain ucapain, hormati mereka apa adanya itu udah cukup :D 

  3. obat lemah syahwat

    setuju pisan mang…

  4. didiet

    Ane juga setuju. Prinsip kita adalah “lakum diinukum wa liyadiin”. Untukmu agamamu untukku agamaku.  Kepada teman2 non muslim yang bersikap baik terhadap kita, cukuplah kita berlaku baik, sopan, jujur dan adil terhadap mereka. Tidak usah ikut campur dengan urusan agama mereka, karena bisa jadi mereka juga tidak suka bila kita mencampuri urusan agama mereka.

  5. supplierherbalsurabaya

    saya setuju dengan artikel diatas, mengucapkan selamat hari natal untuk orang non muslim hukumnya haram.

  6. Cara Herbal Mengobati Gula Darah

    Setujuuuu !!!

  7. derry

    Gimana bisa damai negara ini. Itu pendapat bila berada dalam lingkungan mayoritas. Bagaimana jika sebaliknya kitanya berada dalam lingkungan minoritas? Tidak semua orang mampu memahami pemikiran umat islam yg seperti diutarakan diatas. Nun jauh di pedalaman kalimantan contohnya, disana memiliki adat istiadat bagi pendatang yg berkunjung wajib mengikuti adat istiadat mereka. Mengucapkan salam dan selamat merupakan suatu kewajiban antar sesama masyarakat disana dan apabila tidak dijalankan bisa2 pulang tinggal nama. Jd bagi para ulama disana mohon dipertimbangkan lagilah pemikiran seperti itu. Teringat akan peribahasa “Dimana bumi di pijak disitulah langit dijunjung”. Mungkin bisa menjadi dasar pemikirannya. Sekian.

  8. puza

    Oraa Setujuu :D

  9. Terima kasih gan atas informasinya, sudah beberapa hari ini saya mencari informasi ini, ini sungguh sangat membantu saya . mulai sekarang saya akan bookmark blog ini agar saya bisa kembali dan melihat informasi yang terbaru.
    mungkin agan atau pengunjung blog agan juga membutuh kan infomasi dari saya, silahkan liat artilek saya yang sangat Mohon kunjungi website kami
    http://www.168sdbet.com
    Terima kasih

  10. Hello it’s me, I am also visiting this web site daily, this
    site is really pleasant and the people are actually sharing good thoughts.

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.