Kiat Sehat Selama Puasa

Materi diambil dari diskusi group Whatsapp dengan nara sumber seorang dokter.

I. Puasa Menyehatkan

Sahabat, seperti kita ketahui bahwa perintah berpuasa di bulan Ramadhan Allah sampaikan di QS. Al Baqarah: 183:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Masya Allah, ternyata berpuasa bukan sekedar perintah, namun Allah sudah memberikan banyak sekali manfaat bagi yang berpuasa, termasuk dari sisi ilmu kedokteran.

Seperti firman Allah QS. Al Baqarah: 184.

“….. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Dalam ilmu kedokteran, puasa berarti mengistirahatkan saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon, yang biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus menerus selama kurang lebih 14-18 jam.

II. Manfaat Puasa Menurut Ilmu Kedokteran

Menurut ilmu kedokteran, ternyata berpuasa memiliki banyak manfaat, diantaranya:

  1. Ketika seseorang menjalankan ibadah puasa selama 12-14 jam, sesungguhnya tubuh kita dapat melakukan proses detoksifikasi (pembuangan zat-zat / racun yang tidak diperlukan tubuh) secara optimal. Proses detoksifikasi ini berlangsung secara optimal karena organ tubuh tidak dibebani untuk mengolah makanan yang kita masukan waktu siang hari atau cemilan lainnya. Zat-zat yang sudah tidak diperlukan lagi dalam tubuh kita (sisa dan sampah hasil metabolisme tubuh) seperti gula, kholesterol, trigleserida dan garam dapat dibuang dengan optimal sehingga tidak menimbulkan penyakit kencing manis dan darah tinggi.
  2. Selain proses detoksifikasi yang optimal, ketika menjalankan ibadah puasa, sel-sel dalam organ tubuh kita dapat melakukan proses regenerasi (pembaharuan sel) dengan baik. Artinya sel-sel baru pada organ tubuh kita dapat terbentuk dengan baik dan pada akhirnya membuat organ tubuh kita menjadi “baru” dan lebih optimal bekerjanya. Hal ini menyebabkan kita menjadi awet muda.
  3. Orang yang menjalankan ibadah puasa, dituntut dan dibiasakan untuk lebih sabar atau tidak mudah marah. Dengan lebih sabar, sesungguhnya kadar zat kathekolamin dalam tubuh kita akan rendah. Apabila kadar zat kathekolamin dalam tubuh kita tinggi, akan berakibat terjadinya peningkatan tekanan darah karena denyut jantung akan meningkat, pembuluh darah akan menyempit dan alirannya akan terhambat. Dengan tekanan darah yang semakin tinggi akan menyebabkan kemungkinan terjadinya stroke.Dengan lebih sabar dan terus berdzikir kepada ALLAH SWT, sesungguhnya akan merangsang sistem imun atau kekebalan tubuh kita menjadi lebih kuat. Sehingga kita menjadi tidak mudah menjadi sakit.
  4. Dengan berpuasa dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dimana fungsi dari sel-sel getah bening akan membaik 10 kali lipat. Sel-sel yang bertanggungjawab dalam sistem kekebalan tubuh spesifik kita bertambah banyak dan sel-sel kekebalan tubuh lainnya juga bertambah banyak. Hal-hal tersebut akan meningkatkan reaksi ketahanan tubuh terhadap berbagai penyakit.
  5. Bagi penderita sakit maag (dyspepsia fungsional), dengan berpuasa sesungguhnya akan menyembuhkan penyakitnya. Secara statistik, penderita sakit maag tipe fungsional (sebenarnya terjadi karena faktor stress, suka cemilan, makan tidak teratur dan merokok) jumlahnya lebih banyak dibandingkan penderita sakit maag tipe organik (terjadi karena memang ada luka dalam lambung atau saluran pencernaannya). Sehingga dengan menjalankan ibadah puasa, penderita sakit maag dapat sembuh dan terbebas dari keluhan yang dirasakannya.

III. Kiat Berpuasa Yang Menyehatkan

  1. Jangan tinggalkan sahur.
    Kenapa sahur penting bagi kita yang menjalankan puasa? Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup.Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis. Saat sahur usahakan untuk membatasi asupan teh dan kopi,karena kedua asupan tersebut membuat metabolisme dalam tubuh kita berjalan cepat. Sehingga cepat mendatangkan rasa haus meski tidak menyebabkan terdehidrasi.  Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang lambat dicerna dan memiliki serat yang tinggi. seperti gandum, padi-padian, kacang-kacangan, biji-bijian, nasi merah.
  2. Jangan Tunda Berbuka
    Setelah seharian menahan lapar dan dahaga tentunya energi kita terkuras, untuk memulihkan energi kembali, saat berbuka makanlah karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis. Makanan yang mengandung gula mengembalikan secara instant energi kita yang terkuras seharian, dan yang dianjurkan serta mengikuti sunnah Rasulullah SAW adalah dengan kurma dan air putih. Kurma mengandung gula serat, karbohidrat, kalium dan magnesium, serta dengan kurma, kebutuhan nutrisi tubuh yang hilang selama puasa perlahan dipenuhi. Mengkonsumsi pisang saat berbuka juga sangat baik bagi tubuh Anda, sebab pisang merupakan sumber kalium, magnesium dan karbohidrat. Tetapi usahakan menghindari minum es atau yang bersoda, karena jenis minuman ini dapat membuat pencernaan tak berfungsi secara normal (perut yang kosong bisa menjadi kembung, bila langsung berbuka puasa dengan air dingin, karena asam lambung dalam tubuh kita akan terbentuk semakin banyak).Minum es terlalu banyak akan memudahkan kita lebih cepat kenyang, namun asupan makanan gizi yang lengkap akan menurun karena tidak bisa masuk dalam tubuh.Batasi makanan yang digoreng saat berbuka, karena dapat meningkatkan sel-sel lemak dalam tubuh. Hal ini karena seorang yang sudah di usia lanjut cenderung memiliki keluhan penyakit yang disebabkan lemak, seperti penyakit jantung koroner dan hipertensi.
  3. Makan secara bertahap saat berbuka.
    Biasanya begitu mendengar bedug magrib, tanpa tunggu lagi kita langsung menyantap habis hidangan yang disediakan diatas meja. Ini bukanlah pola yang bagus untuk kesehatan, setelah seharian perut kita tak terisi dan organ cerna beristirahat, sebaiknya jangan langsung menyantap hidangan dalam jumlah besar. Pembagian makan adalah 50 persen untuk berbuka, 10 persen setelah shalat Tarawih, 40 persen pada waktu sahur.

  4. Jangan tinggalkan olahraga.
    Menjalankan puasa bukan berarti berhenti total berolahraga. Justru aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Namun untuk urusan ini pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang waktu berbuka.Menegakkan sholat tarawih selain ibadah juga merupakan sarana menjaga kebugaran jasmani karena saat melakukan sholat tarawih sama dengan membakar kalori.
  5. Konsumsi cukup air
    Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Lebih dari 60 % tubuh kita terdiri dari air. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik setiap organ tubuh kita membutuhkan air. Tanpa air yang cukup tubuh akan mengalami gangguan.

    Untuk itu perbanyak minum air untuk simpanan dalam tubuh supaya semua organ berfungsi dengan baik. Yang disebut air disini bukan hanya berupa air putih, tapi susu dan teh pun juga termasuk di dalamnya. Supaya kebutuhan tubuh tercukupi, aturlah agar Anda minum delapan gelas air sebelum menjalani puasa esok hari. Terdiri atas tiga gelas waktu sahur dan lima gelas dari buka sampai sebelum tidur.

{1} Thought on “Kiat Sehat Selama Puasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*